DIRGAHAYU RI KE-74 DI ABDYA DIMERIAHKAN RAPAI GELENG MASSAL

DIRGAHAYU RI KE-74 DI ABDYA DIMERIAHKAN RAPAI GELENG MASSAL

Tribratanewsresabdya.com – Dirgahayu RI ke-74 di Kabupaten Aceh Barat Daya dimeriahkan oleh ribuan peserta Rapai geleng sehingga membuat kagum ribuan warga yang menghadiri Hut RI ke-74 yang di pusatkan di lapangan Persada Blangpidie Kab Abdya, penampilan Rapai geleng massal saat Dirgahayu RI ke-74 di Kabupaten Abdya dilakukan sebagai bentuk pelestarian atraksi kesenian yang lahir dari Kabupaten Abdya yang dijuluki Breuh Sigupai, peserta yang berasal dari perwakilan 152 desa berjumlah 2.019 orang tersebut membuat terkesimah para peserta Upacara dan masyarakat yang menyaksikannya.

Pergelaran kesenian tradisional massal ini berlangsung setelah Pengibaran Bendera Merah Putih, kilas balik asal mula Rapai geleng, menurut keterangan Nasruddin atau lebih dikenal dengan sebutan Syech Yong Bujang Juara, kesenian tradisonal rapai geleng pertama sekali dimainkan di Aceh, yaitu di Gampong Seuneulop kecamatan Manggeng Kabupaten Abdya pada tahun 1952, kesenian rapai geleng lahirnya di Gampong Seuneulop dan pencipta pertamanya adalah Syech Sulaiman Farisi tahun 1952 Beliau asli warga Seuneulop kec Manggeng, ungkapnya.

Syech Yong menjelaskan, setelah rapai geleng diciptakan oleh Syech Sulaiman Farisi tahun 1952, lalu kesenian tradisonal tersebut turun ke Syech Baharuddin pada tahun 1960. Kemudian Syech Din Tiara 1975, lalu ke Syech Muhammad Johor 1978 dan baru turun kepada dirinya sejak tahun 1979 hingga sampai sekarang, Syech Yong menambahkan  kesenian rapai geleng diciptakan oleh Syech Sulaiman Farisi hasil adopsi dari kesenian tradisonal Aceh rapai debus.

Dari rapai dabus diambil rapai-nya (gendrang) saja, sementara gelengnya diambil dari dalail khairat, makanya syair-syair yang dilantunkan hampir semuanya mengandung syiar Islam dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw, bahwa tim Rapai Geleng Bujang Juara Gampong Seuneulop yang dipimpinnya sudah pernah tampil ke sejumlah negara di kawasan Eropa sejak tahun 1992. jelas Syech Yong.

“Tahun 1992 dulu kami tampil di negara Spanyol, kemudian ke Amerika Serikat tahun 1993, lalu tampil di Belanda tahun 1994 dan Australia pada tahun 1995, Kita berharap rapai geleng ini terus dikembangkan di Kabupaten Abdya hingga kedepannya,” pungkas Syech Yong.

Kegiatan Upacara Dirgahayu RI ke-74 berjalan aman dan terkendali, seluruh personil Polres Abdya dan Personil TNI Kodim 0110 Abdya diturunkan untuk pengamanan tersebut. Minggu (18/08/2019)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

HKGB KE 67 KETUA CABANG BHAYANGKARI ABDYA SAMPAIKAN AMANAT KETUA UMUM

Tribratanewsresabdya.com – Acara Puncak Peringatan HKGB yang diselenggarakan